Pembinaan Sejumlah Waria Pasca Sahrul Ramadhan Menyatakan Hengkang dari “Kaum Luth”

Semua Halaman

.

Pembinaan Sejumlah Waria Pasca Sahrul Ramadhan Menyatakan Hengkang dari “Kaum Luth”

REDAKSI
Jumat, 02 Agustus 2019

| BIMA-NTB | Sejumlah pria ganteng di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang melakoni diri sebagai Waria, mendapat pembinaan Rohani dari Ustadz Drs H Suaidin, Ustadz Saifuddin S.Pd Lc, dan Ustadz Jabir A.Md.

Pembinaan rohani tersebut sebagai bentuk tindak lanjut tuntutan masyarakat dan beberapa Ormas Islam di Kecamatan Bolo—pasca kasus yang menyeret Sahrul Ramadhan atas tindakan yang dilakukan dalam dunia maya sehingga dinilai melanggar aqida Islam dan sendi-sendi social masyarakat Kabupaten Bima, lebih khusus di wilayah Bolo, pada beberapa pecan silam.

Camat Bolo Mardiana SH dalam arahannya menyampaikan, bahwa pihaknya dan beberapa elemen lainya memiliki niat yang baik untuk memperbaiki akhlak dan SDM yang ada di Kecamatan Bolo khususnya, baik itu dari tutur kata, tingkah laku, pergaulan, etika berpakaian hingga pada tingkat profesi yang mulia.

Mardiana menyigung terkait penggunaan Medsos di era digital saat ini, agar tetap mengedepankan etika serta syariat sesuai norma hukum dan agama yang berlaku.   

“Kita harus lebih bijak dalam menggunakan Medsos, jangan buat status dan postingan yang menuai kontroversi, bisa-bisa nanti dijerat,” kata Mardiana.
Ia mengingatkan kepada sejumlah Waria tersebut, agar tetap perbaiki diri dalam kehidupan sosial serta terima kritikan sebagai media evaluasi diri. “Hindari pergaulan bebas dan bangun komunikasi sosial di masyarakat, dan yang lebih penting jangan lupa sholat,” harap Camat Bolo ini.

Kapolsek Bolo IPTU Juanda juga menyampaikan bahwa pembinaan ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut usulan beberapa Ormas Islam pada bulan lalu, agar seluruh Waria yang ada di Kecamatan Bolo diberikan pembinaan rohani.

Berkaitan dengan kasus yang dialami Sahrul Rhamadan, Juanda kembali menegaskan, bahwa perbuatan dalam pergaulan yang tidak terkendali, justru akan berakibat fatal dimata hokum. “Bahkan tak sedikit Waria yang terindikasi menjual tramadol,” ungkap Juanda.

Alhamdulillah.., adik Sahrul Ramadhan sudah kembali hidup normal. Saya juga berharap adik-adik yang hadir ini (Waria,red) juga bisa mengikuti perubahan yang dilakukan dia (Sahrul,red) sesuai dengan tuntutan agama Islam,” pinta Kapolsek Bolo.

Usai pembinaan Kapolsek Bolo—siraman rohani Islam, pun disampaikan oleh Ustadz Drs H Suaidin, Ustadz Saifuddin S.Pd Lc, dan Ustadz Jabir A.Md.

Salah satu yang disampaikan adalah peristiwa besar dalam kisah suatu azab pedih dari Allah SWT terhadap kaum Nabi Luth As pada zaman para nabi.

Ketika itu, akhlak penduduknya sangat buruk sekali. Mereka tidak menjaga dirinya dari perbuatan maksiat dan tidak malu berbuat kemungkaran, berkhianat kepada kawan, dan melakukan penyamunan. Di samping itu, mereka mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelumnya di alam semesta. Mereka mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwatnya dan meninggalkan wanita.

Saat itu, Nabi Luth ‘alaihissalam mengajak penduduk Sadum untuk beriman dan meninggalkan perbuatan keji itu. Luth As berkata; “Mengapa kamu tidak bertakwa?”– Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,–Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.–Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.–Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia,– Dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy Syu’ara: 160-161)

Ajakan nabi Luth tak dihiraukan. Bahkan kaum Sadum justru ingin mengusir Luth dari negeri itu. Sehingga Allah SWT pun mengutus tiga malaikat untuk member kabar kepada Lut As dan pengikutnya. Saat itu pula, negeri tersebut bergoncang dengan goncangan yang keras. Seorang malaikat mencabut negeri itu dengan ujung sayapnya dan mengangkat ke atas langit, lalu dibalikkan negeri itu. Bagian atas menjadi bawah dan bagian bawah menjadi atas, kemudian mereka dihujani dengan batu yang panas secara bertubi-tubi.

Allah Ta’ala berfirman; “Maka ketika datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,–Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tidaklah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS. Huud: 82-83).

Penulis: Adi Pradana

| BERITA TERKAIT: Cyber Crime Polri Diminta Proses Pemilik Akun "Sharini Cetar" |