Penanganan Stunting Perlu Kolaborasi Semua Pihak

Semua Halaman

.

Penanganan Stunting Perlu Kolaborasi Semua Pihak

REDAKSI
Selasa, 13 Juli 2021

 



| BIMA-NTB | Penanganan stunting perlu kolaborasi yakni kerjasama yang antara semua elemen merupakan prasyarat penting yang harus dipenuhi. Dalam kegiatan rembuk stunting baru-baru kemarin, Pemerintah Kabupaten Bima dengan tema "Wujudkan Konvergensi Stunting Melalui Kolaborasi dan Koordinasi Multipihak."

 

Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M Noer mengatakan pentingnya kolaborasi penanganan stunting. Jika kualitas pendidikan di daerah kita bagus, maka dengan sendirinya kualitas SDM juga akan menjadi bagus. Karena itu, saya sangat mengharapkan agar semua pihak bahu-membahu dalam menangani stunting ini.

 

Dalam penanganan stunting, aspek penting yang harus diperhatikan adalah pelayanan dasar seperti sektor pendidikan dan kesehatan, karena stunting terkait dengan kualitas sumber daya manusia dan aspek ekonomi yang perlu ditingkatkan.

 

Mengingat salah satu faktor penyebab stunting adalah  kasus kekurangan gizi, maka  peran orang tua dalam memberi asupan gizi kepada anak sangat penting. Dengan demikian edukasi oleh Pemerintah melalui instansi terkait, baik Dinas Kesehatan, Bappeda DPMD dan Camat harus terus dilakukan.

 

Kasi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Tita Masitha M.Si menjelaskan, "Rembuk ditujukan bagi upaya optimalisasi pencegahan dan penanganan stunting pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), khususnya  melaksanakan Rembuk Stunting (#Aksi 3) Kegiatan Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bima yang mengundang 50 peserta  tatap muka dan 50 peserta tatap maya (virtual).

 

Sementara dalam diskusi penel, Plt Kepala Bappeda Kabupaten Bima H Fahrudim S.Sos M.Ap  mengulas tema upaya konvergensi stunting melalui kolaborasi dan koordinasi multipihak dalam kerangka kebijakan daerah. Kemudian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Dr H Ganis Kristanto memaparkan gambaran penanganan Stunting di Kabupaten Bima.

 

Dua orang narasumber lainnya Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima Hj Rostiati Dahlan S.Pd menguraikan tentang peran Dasawisma dalam pencegahan Stunting di Posyandu. Kemudian Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tajudin SH,M.Si mempresentasikan peran desa dalam pencegahan Stunting di desa.(yan)